NEWS.AOT-AI.IO - Pasar logam mulia di Indonesia mencatat adanya penyesuaian harga untuk komoditas perak yang diproduksi oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada hari Sabtu ini. Pergerakan ini menarik perhatian para investor dan pelaku pasar yang memantau tren harga harian.
Penurunan harga yang tercatat pada hari Sabtu, 23 Mei 2026, ini terjadi seiring dengan perkembangan dan pergerakan yang terjadi pada harga emas Antam. Hal ini menunjukkan adanya korelasi pergerakan antara kedua logam mulia tersebut di pasar domestik.
Secara spesifik, harga jual perak Antam hari ini telah mengalami koreksi ke bawah sebesar Rp 650 per gramnya. Penurunan ini membawa harga patokan per gram logam perak tersebut berada di level Rp 49.550.
Pergerakan ini merupakan kontras signifikan dibandingkan dengan kinerja perdagangan yang terjadi pada hari sebelumnya. Pada hari Jumat, 22 Mei 2026, harga perak Antam justru menunjukkan tren positif dengan kenaikan.
Diketahui bahwa sehari sebelumnya, yakni pada Jumat (22/5/2026), harga perak Antam tercatat mengalami peningkatan sebesar Rp 400 per gram. Hal ini menunjukkan adanya volatilitas dalam rentang waktu 24 jam terakhir di pasar perak.
Perubahan harga ini secara langsung memengaruhi daya beli konsumen maupun strategi investasi jangka pendek yang berfokus pada logam perak. Investor perlu mencermati faktor makro yang mungkin memengaruhi dinamika harga emas dan perak.
Informasi mengenai pelemahan harga perak ini disampaikan oleh Antam sebagai bagian dari transparansi harga komoditas logam mulia yang mereka sediakan bagi publik. Penurunan ini menjadi titik fokus analisis pergerakan pasar hari itu.
Dilansir dari Beritasatu.com, disebutkan bahwa harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) turun pada perdagangan hari ini, Sabtu (23/5/2026), mengikuti pergerakan harga emas Antam.
Lebih lanjut, sumber berita tersebut menggarisbawahi bahwa logam mulia ini turun 650 ke level Rp 49.550 per gram. Hal ini kontras dengan kondisi sehari sebelumnya, "Sehari sebelumnya atau Jumat (22/5/2026), harga perak Antam Naik Rp 400 per gram," ujar Redaksi Beritasatu, mengutip data resmi Antam.